Monday, February 27, 2017

SULITNYA JADI PEREMPUAN



http://www.konde.co/2017/02/sulitnya-jadi-perempuan.html



Luviana- www.konde.co


Apakah anda takut ke dokter? Apa yang anda bayangkan jika anda ke dokter?

Ternyata tak semua orang takut ke dokter. Teman saya yang rajin mengecek kesehatan, tak pernah takut ke dokter. Ia malah pengin tahu kondisi badannya- apakah baik-baik saja atau ada sakit yang tidak bisa dirasakannya?

Saya kebalikannya. Saya paling takut ke dokter. Membayangkan alat-alat kedokteran, menjumpai dokter berpakaian putih harum, duh saya paling takut.

Kira-kira seminggu lalu, saya ke dokter. 3 hari saya tidak tidur karena membayangkan harus masuk ke rumah sakit. 3 hari?

Saya cerita ke salah satu sahabat saya soal saya yang gak bisa tidur 3 hari karena harus ke dokter ini. Tapi ternyata, teman saya tidak kaget. Malah salah satu temannya-katanya, sampai pingsan ketika sampai rumah sakit saking takutnya ketemu dokter.

Hah? Jadi ada yang lebih takut dibandingkan saya?

Disana, di rumah sakit, saya juga mendapat banyak cerita dari teman-teman perempuan saya, pasien perempuan lain yang takut ketika akan papsmear dan cek payudara (mamografi dan USG). Ada yang tak bisa tidur seperti saya, ada yang sudah sampai rumah sakit lalu pulang lagi karena takut, dan ada yang ke kamar mandi terus-terusan karena takut. Dan yang terakhir, sampai ada yang pingsan.

Apalagi ketika banyak artikel yang menulis tentang kanker payudara dan kanker rahim menjadi penyebab tertinggi kematian perempuan di Indonesia. Semua artikel ini makin membuat kami tak bisa tidur. Yang pingsan, jadi tak bangun-bangun karena ketakutan.

Lebih-lebih ketika kami tahu bahwa salah satu penyebab penyakit ini adalah naik turunnya hormon estrogen yang memang ada penjelasannya, tapi belum jelas bagaimana cara mencegah naik turunnya. Ini saya cuplik dari artikel kesehatan tentang hormon estrogen:

“Jika stress dan Estrogen berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan segudang gejala dan efek yang tidak menyenangkan. Sayangnya, masih banyak yang belum mengathui, padahal ini sering terjadi terutama selama transisi menopause. Berikut adalah beberapa gejala yang paling sering dialami ketika kelebihan hormon estrogen. Kaki kram Payudara nyeri Peningkatan berat badan Fibroid rahim Mual dan muntah Penurunan gairah seksual Menstruasi yang tidak teratur.”

“Namun ketika kekurangan estrogen tanda dan gejala kekurangan hormon estrogen dapat bervariasi dan mungkin tergantung pada seberapa berat rendahnya kadar estrogen pada seorang wanita. Beberapa tanda dan gejala kekurangan hormon estrogen termasuk gangguan tidur yang dapat menyebabkan kelelahan ekstrim di siang hari, ketidakmampuan untuk fokus. Gangguan tidur ini mungkin akibat dari kombinasi jantung berdebar-debar, hot flashes, berkeringat di malam hari, dan menggigil dingin. Gejala lain akibat hormon estrogen yang rendah yaitu nyeri sendi , sakit kepala, kulit kering dan vagina mengering, tulang menjadi rapuh dan mudah patah, meingkatnya resiko infeki kandung kemih. Setiap kombinasi dari tanda-tanda dan gejala estrogen rendah ini dapat menyebabkan depresi berat.”

Nah sayangnya menurut sejumlah dokter, belum ditemukan cara bagaimana mencegah agar kita tidak kelebihan dan kekurangan hormon estrogen ini. Hanya ada saran: yang penting banyak makan buah dan olahraga cukup. Lainnya, tak boleh stress.

Duh, tak boleh stress dan berpikir berat? Kebanyakan perempuan di Jakarta sudah berpikir sejak bangun pagi. Menghadapi macet yang tak terkira, memikirkan ini itu dan banyak hal.
Susahnya jadi perempuan.

Tak boleh stress karena akan sakit, harus hidup teratur agar hormon estrogennya seimbang, harus banyak makan buah dan cukup olahraga untuk menjaga hormon.

Teman saya menyarankan agar kita punya waktu untuk sharing. Untuk kontemplasi, sekedar bercerita dengan sesama perempuan, agar bisa saling meringankan beban, agar hormon estrogen kita tidak turun naik.

Semoga ini berhasil, bagi saya dan bagi perempuan lain, yang takut ke rumah sakit dan berpikir macam-macam setiap melihat baju putih dokter.

(Foto/ Ilustrasi: pixabay.com)

Wednesday, January 25, 2017

5 Tipe Pria yang Sebaiknya Tidak Dinikahi


Jakarta - Anda jomblo dan sedang mencari pasangan? Sebelum benar-benar memutuskan untuk berhubungan serius dengan seorang pria sebaiknya kenali dulu sifatnya. Ada beberapa tipe pria yang sebaiknya tidak dinikahi karena bisa membuat pernikahan tidak sehat ke depannya. Seperti apa tipe pria yang maksud?

1. Suka Flirting
Apa Anda termasuk wanita yang suka dengan tipe pria badboy? Sebaiknya tidak menikah dengan pria tipe badboy termasuk suka flirting kepada banyak wanita. Pria seperti ini biasanya lebih suka gombal dengan mengatakan 'Aku hanya mencintai kamu, cuma kamu satu-satunya, atau aku tidak bisa hidup tanpamu'.

Lihat bagaimana dia memperlakukan wanita lain. Ketika dia suka bermain mata walau hanya dengan pelayan restoran atau bahkan sahabat Anda, hindari berhubungan serius bersama pria tersebut. Karena ada kemungkinan Anda hanya obsesi atau mainannya.

2. Kekanak-kanakan
Punya pacar yang kekanak-kanakan terkadang suka 'makan hati'. Apa kekasih sering tidur lebih dari 10 jam sehari? Lebih mementingkan game online daripada Anda? Atau menghabiskan uang orangtua hanya untuk membeli benda kesukaannya? Pria yang belum dewasa seperti ini sebaiknya tidak diseriuskan. Jika Anda mempunyai sifat yang lebih dewasa, sikapnya akan menjadi beban ke depannya. Maka dari itu, saat ingin serius hindari tipe pria yang tidak dewasa.

3. Mr Always Right
Apa Anda pernah berurusan dengan pria yang cocok akan julukan 'Mr Always Right'? Jika iya, sebaiknya tidak berhubungan serius dengan pria seperti ini. Pria tipe ini biasanya tidak mau kalah dalam hal apa pun termasuk dengan kekasihnya. Saat berdebat atau membicarakan sesuatu dia ingin selalu unggul. Tidak hanya itu, pria tipe ini juga terkadang tidak bisa mengontrol emosinya sendiri.

4. Posesif
Bagaimana Anda bisa memiliki hubungan asmara yang sehat kalau kekasih sangat posesif? Dia selalu mengatur hidup Anda mulai dari pakaian sampai cara bergaul. Ini bisa membuat hidup seperti di neraka. Hubungan yang tidak dilandasi kepercayaan akan sulit untuk bisa harmonis.

5. Tukang Kritik
Pria tipe ini akan membiarkan Anda melakukan segala hal yang Anda sukai. Namun Dia juga akan selalu memberikan komentar pada setiap hal yang Anda lakukan. Mulai dari pilihan busana hingga menu makan di restoran bisa mendapat kritikannya. Mungkin sesekali atau dua kali Anda akan merasa senang karena pertanda dia perhatian. Bagaimana kalau setiap kencan selalu dikritik? Ini akan membuat hubungan tidak sehat. (aln/kik)

Wednesday, January 18, 2017

KONVENSI PENGHAPUSAN DISKRIMINASI PEREMPUAN CEDAW. APAKAH ITU?



http://www.konde.co/2017/01/konvensi-penghapusan-diskriminasi.html

Luviana – www.Konde.co

1. Apakah Konvensi CEDAW itu?

CEDAW merupakan sebuah konvensi perempuan yang diinisiasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berisi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita atau Konvensi CEDAW (Convention On The Elimination of All Forms Discrimination Against Women). 


2. Apakah Indonesia sudah meratifikasi konvensi ini?


Pemerintah Indonesia pada tahun 1984 sudah meratifikasi CEDAW. Kemudian ratifikasi ini tertuang melalui Undang-Undang Nomor 7 tahun 1984. 


3. Apa implikasinya untuk perempuan Indonesia?

Setelah meratifikasinya, maka pemerintah konsekuensi dalam pelaksanaan konvensi ini, yaitu pemerintah harus menjamin tidak adanya diskriminasi terhadap perempuan di bidang sipil,politik, ekonomis, sosial dan budaya. Intinya prinsip non-diskriminasi harus menjadi landasan pemerintah dalam merancang kebijakan, program dan pelayanan publik untuk perempuan


4. Bagaimana kondisi perempuan setelah pemerintah melakukan ratifikasi CEDAW?


Dalam catatan Cedaw Working Group Indonesia (CWGI) sebuah jaringan organisasi masyarakat sipil dalam pemantauan terhadap pelaksanaan CEDAW di Indonesia pada tahun 2010, setelah 26 tahun pelaksanaan pemerintah Indonesia belum melaksanakan CEDAW dengan maksimal. Mari mengamati perkembangan dalam puluhan tahun ini, bahwa ratifikasi CEDAW yang seharusnya menjadi landasan hukum dalam merumuskan kebijakan nasional, faktanya masih ditemui  (bahkan semakin banyak) produk UU (undang-undang) dan peraturan daerah yang bertentangan dengan konvensi CEDAW.


5. Apa saja produk hukum yang bertentangan dengan CEDAW dan mendiskriminasi perempuan Indonesia?

Produk hukum yang bertentangan tersebut antara lain: UU Pornografi no 44 tahun 2008, UU Perkawinan No 1 tahun 1974, Perda no 8 tahun 2007 tentang pelarangan prostitusi di Tangerang dan KUHP juga banyaknya peraturan daerah yang mengkriminalisasi perempuan. Beberapa produk hukum ini seringkali digunakan sebagai rujukan dan landasan dalam menetapkan peraturan dan menyelesaikan persoalan. Hasilnya? Tentu saja beberapa memiliki ‘aroma’ diskriminatif’.


6.Selain produk hukum yang rentan ‘aroma’ diskriminatif , apalagi kondisi dan situasi yang mendiskriminasi perempuan?

Beberapa fakta membuktikan bahwa terjadi situasi diskriminasi terhadap perempuan yang masih tinggi tingkat kasusnya, misalnya: kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan perempuan (trafficking). Selain itu dalam akses dan partisipasi pembangunan, keterwakilan perempuan dalam jabatan publik yang masih rendah serta kesertaan dalam perencanaan pembangunan masih perlu ditingkatkan.

Dalam bidang kesehatan, angka kematian ibu yang masih saja tinggi dan pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi yang terjangkau, seperti pap smear juga belum terpenuhi. Segi ketenagakerjaan, upah perempuan yang berbeda dan penempatan posisi yang rentan diskriminasi masih banyak ditemui.


7. Apa yang harus dilakukan dengan kondisi ini?


Dibutuhkan komitmen yang tinggi dan konsisten dari stakeholder/pengambil keputusan terhadap pembangunan dalam menjalankan ratifikasi CEDAW ini, sehingga fakta dan situasi diskriminasi terhadap perempuan melalui kebijakan, produk hukum dan yang lainnya bisa diminimalkan.



(Disadur dari: https://cwgi.wordpress.com/2010/07/19/cedaw-dan-komitmen-indonesia/)

Friday, December 30, 2016

Syarat Perceraian Terbaru 2016

http://www.bloggues.com/2016/04/syarat-perceraian-terbaru-2016.html

Syarat perceraian terbaru 2016 - Perceraian adalah sesuatu yang tidak disukai, tetapi boleh dilakukan jika pernikahan sudah tidak bisa dipertahankan, dan merupakan jalan terbaik untuk mengakhiri segala masalah yang terjadi. Mengurus perceraian  tentu bukanlah hal yang mudah. Ada begitu banyak aspek yang perlu diperhatikan. Namun, yang terpenting adalah kesiapan dan kemantapan seseorang saat mengambil keputusan untuk bercerai.


Syarat mengurus surat cerai terbaru 2016


Tak jarang, keputusan cerai diambil dengan tergesa-gesa dan penuh emosi. Rasa menyesal pun hadir belakangan. Oleh karena itu pihak KUA Selalu memberikan pertimbangan - pertimbangan sebelum Anda benar-benar mantap untuk melakukan perceraian.


Dewasa ini banyak sekali pasangan yang mengurus sendiri perceraian mereka. Meskipun prosesnya sedikit lebih rumit, namun hal ini tidak mustahil dilakukan. Kuncinya, bekali diri Anda dengan pengetahuan yang cukup dan jangan malu bertanya. karena semua masalah pasti ada solusinya begitupun soal mengurus surat perceraian. Melalui artikel ini saya akan berbagi informasi/pengetahuan mengenai Syarat mengurus surat cerai terbaru 2016.

Jika Anda memutuskan tidak menggunakan bantuan dari pengacara maupun LBH di pengadilan, Anda tetap dapat berkonsultasi kepada mereka tentang tata cara perceraian. Peran konsultan hukum juga akan sangat membantu, kalau Anda memutuskan mewakili diri sendiri di depan hakim. Cara yang paling mudah adalah mendatangi pengadilan agama atau pengadilan negeri di wilayah Anda, dan tanyakan tata cara mengurus perceraian kepada petugas yang berjaga.

Sebagai panduan, inilah yang harus Anda lakukan jika hendak mengurus perceraian sendiri:

Panduan mengurus surat cerai


Menyiapkan surat-surat yang berhubungan dengan perkawinan.
Membuat kronologis permasalahan.

Penggugat menuliskan kronologis permasalahan rumah tangganya di kertas biasa. Kronologis ini berisi cerita lengkap pernikahan pasangan yang hendak bercerai, dari awal pernikahan hingga penyebab perselisihan sampai akhirnya memutuskan untuk bercerai. Cerita harus dibuat dengan sebenar-benarnya dan detail. Ini untuk memudahkan penggugat dalam menyusun surat gugatan nanti. Usahakan membuat alur cerita yang runtut dan jelas, sehingga hakim juga dapat dengan mudah mengerti alasan-alasan Anda menggugat cerai.


Membuat surat gugatan cerai. 


Dalam surat gugatan cerai, umumnya ada tiga poin yang biasa digugat, yaitu status untuk bercerai, hak pemeliharaan anak, dan hak mendapatkan harta gono-gini. Sebagai contoh, surat gugatan cerai biasanya berisi:

1. Identitas para pihak (Penggugat dan Tergugat)
Terdiri atas nama suami dan istri (beserta bin/binti), umur dan tempat tinggal. Identitas para pihak juga disertai dengan informasi tentang agama, pekerjaan, dan status kewarganegaraan. Hal ini diatur dalam pasal 67 (a) UU No. 7/1989.

2. Posita (dasar atau alasan gugat)
Atau istilah hukumnya adalah Fundamentum Petendi, berisi keterangan berupa kronologis sejak mulai perkawinan Anda dengan suami, peristiwa hukum yang ada (misal, lahirnya anak-anak), hingga munculnya ketidakcocokan antara pasangan yang mendorong terjadinya perceraian. Alasan-alasan yang diajukan dan uraiannya kemudian menjadi dasar tuntutan (petitum). Contoh posita misalnya:
  1. Bahwa pada tanggal … telah dilangsungkan perkawinan antara penggugat dan tergugat di….
  2. Bahwa dari perkawinan itu telah lahir … orang anak, yang bernama …, lahir di…., pada tanggal ….
  3. Bahwa selama perkawinan antara tergugat sering melakukan tindakan kekerasan seperti memukul, dan terjadi pada tanggal….
  4. Bahwa… dst.
  5. Bahwa berdasarkan alasan di atas cukup bagi penggugat mengajukan gugatan perceraian.

3. Petitum (tuntutan hukum)



Yaitu tuntutan yang diminta oleh istri sebagai Penggugat agar dikabulkan oleh hakim. Bentuk tuntutan itu misalnya:
Berdasarkan fakta tersebut di atas, maka dengan ini Penggugat memohon kepada Majelis Hakim berkenan memutus sebagai berikut:
  1. Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.
  2. Menyatakan perkawinan antara penggugat dan tergugat sah putus karena perceraian.
  3. Menyatakan pihak Penggugat berhak atas hak pemeliharaan anak dan berhak nafkah dari tergugat sejak tanggal… sebesar Rp… per bulan sampai Penggugat menikah lagi.
  4. Mewajibkan pihak Tergugat membayar biaya pemeliharaan anak (jika anak belum dewasa) terhitung sejak… sebesar Rp… per bulan sampai anak dewasa.
  5. Menyatakan bahwa harta berupa… yang merupakan harta bersama (gono-gini) menjadi hak Penggugat.
Setelah gugatan cerai selesai dibuat, fotokopi berkas tersebut sebanyak lima buah. Jadi total Anda mempunyai enam buah berkas gugatan cerai yang nantinya diperlukan saat mendaftar gugatan cerai. Keenam berkas tersebut akan dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengadilan nanti. Satu berkas akan dikirim oleh pengadilan kepada si suami (Tergugat), tiga berkas untuk para hakim, satu berkas untuk panitera pengadilan (pegawai yang bertugas mencatat jalannya sidang), dan satu berkas yang tersisa menjadi pegangan milik Anda.

Mempersiapkan biaya pendaftaran gugatan.


Siapkan biaya pendaftaran gugatan perkara sekitar Rp 500 ribu – Rp 700 ribu. Biaya pendaftaran ini berbeda di setiap pengadilan, namun umumnya berkisar di angka itu.

Mendaftarkan gugatan cerai di pengadilan yang berwenang.



Biasanya pendaftaran gugatan dilakukan di ruang administrasi oleh pegawai pengadilan yang bertugas untuk menerima gugatan. Petugas akan memberikan cap atau pengesahan kepada keenam berkas yang diserahkan. Dengan begitu, surat gugatan Anda sudah sah didaftarkan.

Mempersiapkan saksi-saksi.



Setelah berkas gugatan resmi didaftarkan, pengadilan akan mengirimkan surat gugatan cerai bersama surat panggilan untuk menghadiri sidang pertama kepada pihak suami. Jadwal sidang pertama biasanya jatuh pada dua sampai empat minggu setelah tanggal pendaftaran gugatan cerai.


A. PERSYARATAN UMUM*

*A. Syarat Umum*:

 1. Fotokopi Buku Nikah ditempel materai senilai Rp.6000,- dan di cap
    pos (minta di kantor pos). Buku nikah Aseli pada saat pendaftaran di
    bawa;
 2. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pendaftar ditempel materai
    senilai Rp.6000,- dan di cap pos;
 3. Menyerahkan surat gugatan cerai sebanyak 7 rangkap
    
 4. Surat Keterangan dari Kelurahan;
 5. Membayar biaya panjar perkara;

*B. Syarat Khusus*:

 1. Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, atau kartu BLT/BLSM
    atau Askin, jika ingin berperkara secara prodeo (gratis/cuma-cuma)
 2. Surat Izin Perceraian dari atasan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
 3. Duplikat Akta Nikah, jika buku nikah hilang atau rusak (dapat
    diminta di KUA).
 4. Foto copy akta kelahiran anak dibubuhi materi Rp.6000,- dan di cap
    pos, jika disertai gugatan hak asuh anak;
 5. Jika tidak bisa beracara karena sakit parah atau harus berada di
    luar negeri selama persidangan, maka bisa menggunakan advokat
    (berbayar tentunya) atau surat kuasa insidentil. Apa itu surat kuasa
    insidentil dan contoh suratnya silahkan baca *Contoh Surat Kuasa
    Insidentil*
    

      *B. BIAYA*

Biaya persidangan atau yang dikenal dengan Biaya Panjar Perkara adalah
biaya yang dititipkan kepada Pengadilan untuk kepentingan proses
persidangan seperti pendaftaran, pemanggilan para pihak dan semua bentuk
biaya terkait dengan proses persidangan. Karena sifatnya hanya titipan,
maka jika lebih bisa diambil kembali dan jika kurang harus menambah
panjar. Biaya proses persidangan berbeda-beda tergantung dari domisili
tempat tinggal para pihak dan jalannya persidangan.

Namun, pada umumnya rincian pengeluaran untuk biaya perkara adalah:

 1. Pendaftaran              : Rp.30.000,-
 2. Biaya Proses (ATK)   : Rp.50.000,-
 3. Biaya Materai           : Rp. 6.000,-
 4. Biaya Redaksi           : Rp. 5.000,-
 5. Biaya Pemanggilan sidang para pihak: Tergantung radius tempat
    tinggal para pihak dari Pengadilan yang memproses perkara (dapat
    dilihat di papan radius di Pengadilan) dan jumlah panggilan sidang;

Contoh Kasus:

Maksimal 30 hari setelah tanggal pendaftaran, Penggugat dan Tergugat
akan dipanggil untuk menghadiri persidangan. Tempat tinggal Penggugat
masuk kategori radius I (misal: Rp.50.000,-), Tergugat masuk kategori
radius II (misal: Rp.75.000,-). Pada sidang pertama dan seterusnya,
Tergugat tidak hadir, sehingga harus dipanggil lagi untuk menghadiri
sidang (Rp.75.000,-). Dan jika persidangan kedua dan seterusnya tidak
hadir maka simulasi rincian biaya perkara adalah sebagai berikut:

  * Biaya nomor 1 – 4                                      = Rp. 91.000,-
  * 1 kali Panggil Penggugat (radius I)            = Rp.   50.000,-
  * 2 kali Panggil Tergugat (radius II)              = Rp. 150.000,-
  * pemberitahuan isi putusan kpd Tergugat  = Rp.   75.000,-
    *Total: Rp. 366.000,-*

Jadi jika Anda pernah mendengar bahwa biaya mengurus perceraian di
Pengadilan mahal, itu bisa jadi karena ada yang menggunakan jasa
Pengacara, atau ada oknum yang meminta di luar dari ketentuan hukum yang
berlaku.


      *C. TATA CARA DAN PROSES PERSIDANGAN*.

a). Pendaftaran:

 1. Pendaftar membawa berkas persyaratan ke meja pendaftaran Pengadilan
    yang mewilayahi tempat tinggal isteri (bukan tempat menikah). Jika
    tempat tinggal (domisili) dan alamat KTP berbeda, maka ajukan di
    tempat domisili;
 2. Pendaftar membayar biaya panjar perkara di bank yang ditunjuk atau
    bekerja sama dengan Pengadilan;
 3. Membawa bukti pembayaran atau kwitansi pembayaran dari Bank ke
    Pengadilan dan menyerahkan kepada kasir;
 4. Pendaftar memperoleh 1 eksemplar surat gugatan yang telah diberi
    nomor register perkara dan tanggal pendaftaran.

b). Persidangan:

 1. Persidangan Pertama, Jika kedua belah pihak hadir, maka diadakan
    mediasi. Jika salah satu pihak tidak hadir maka sidang ditunda untuk
    memanggil pihak yang tidak hadir;
 2. Setelah mediasi (jika kedua belah pihak hadir), persidangan
    dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan Penggugat;
 3. Jawaban dari pihak Tergugat atas surat gugatan Penggugat
    (lisan/tertulis);
 4. Replik, yaitu Jawaban dari pihak Penggugat atas Jawaban Tergugat
    (menjawab poin 3);
 5. Duplik, yaitu Jawaban dari pihak Tergugat atas jawaban Penggugat
    (menjawab poin 4);
 6. Pembuktian. Jika Tergugat tidak pernah hadir, maka poin 2-5 tidak
    dilaksanakan dan langsung pada tahap pembuktian dari pihak Penggugat;
 7. Kesimpulan. Berisi tentang kesimpulan para pihak sebagai bentuk
    sikap terhadap kasusnya;
 8. Pembacaan Putusan.

c). Pembuatan Akta Cerai.

 1. Setelah diberikan putusan yang menyatakan bahwa perkawinan telah
    putus, maka jika salah satu pihak tidak hadir pada saat pembacaan,
    amar putusan akan dikirimkan kepada Tergugat.

 2. Terhitung setelah 14 hari dari Tergugat menerima amar putusan
    tersebut tidak ada verzet atau banding, maka putusan telah
    berkekuatan hukum tetap (BHT)

 3. Jika putusan sudah BHT, maka Akta Cerai dapat diambil.

 4. Khusus jika yang mengajukan pihak suami, setelah putusan BHT kedua
    belah pihak akan dipanggil ulang untuk melaksanakan ikrar talak.
    Jika sudah ikrar maka hari itu juga dapat dibuatkan akta cerai.


      

Demikian artikel tentang Syarat perceraian terbaru 2016, semoga bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan informasi ini.

Sumber : carapedi.com  Tabloid Nova/Astudestra Ajengrastri
Editor : Admin