Tuesday, April 29, 2008

Tiga jam di Pusat Krisis Terpadu RSCM


Tiga jam di Pusat Krisis Terpadu RSCM untuk perempuan dan anak korban kekerasan

Hari ini (29 April 2008,Selasa) aku mulai dari jam 12.00 – 15.00 datang ke Pusat Krisis Terpadu RSCM untuk perempuan dan anak korban kekerasan. Maksudku datang ke tempat itu adalah untuk membantu membuat laporan narasi dan laporan keuangan dari kegiatan support group yang baru dilakukan oleh Pusat Krisis Terpadu (PKT) itu.

Lokasi PKT berada dilantai 2 ruang Instalasi Gawat Darurat RSCM. Aku tidak lagi perlu menaiki tangga seperti 7 tahun yang lalu aku lakukan. Kini lift sudah berfungsi dengan baik. Syukurlah akhirnya pihak RSCM menyediakan fasilitas lift ini.

Begitu memasuki ruangan PKT tidak ada yang berubah ruangannya tetap terbagi menjadi 3 bagian terdiri dari satu ruang konseling, satu ruang karyawan dan satu ruang periksa dokter. Dan akupun duduk di bangku tempat meja rapat. Aku melihat semua isi ruangannya. Komputernya masih sama dengan 7 tahun yang lalu. Hanya sudah ganti CPU-nya kata Nola sekretaris PKT.Printernya juga masih yang lama. Kemudian diruang karyawan dan ruang konseling masih dengan sofabed yg kini sudah amat dekil warnanya. Kasihan sekali sofa tersebut. Mungkin dia sudah minta diganti. He..He..

Ketika aku datang sedang ada korban kekerasan berusia 16 tahun yang diperkosa oleh lelaki usia 19 tahun. Lalu anak tersebut di konseling oleh pekerja sosial sambil menunggu dokter yang akan memeriksa apakah selaput darahnya robek. Ini permintaan visum dari pihak kepolisian karena keluarga korban sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

Tak lama kemudian dokter memeriksa korban tersebut dan benar bahwa selaput darah korban sudah robek. Aku melihat wajah cemas keluarga korban, kata ibu dari korban keluarga pelaku tidak mau bertanggungjawab terhadap kekerasan jadi mereka mau memperkarakan hal tsb. Dan mereka butuhkan visum itu sebagai bukti. Akhirnya keluarga itu pulang dengan wajah penuh harap bahwa kasusnya akan cepat selesai...

Tak sampai 5 menit kemudian datang seorang ibu muda dengan membawa anak laki-laki yang sangat lucu. Dia membawa surat dari kepolisian sepertinya kasus pemukulan oleh suaminya (kekerasan dalam rumah tangga). Sementara sang ibu konseling dan diperiksa dokter akibat luka lebam pada tubuhnya. Anak laki-lakinya yang mengaku bernama Jerry Yan bermain dengan permainan yang biasanya mainkan oleh anak yang menjadi korban kekerasan. Sungguh mengemaskan anak laki-laki ini. Dia cepat sekali akrab dengan kami sementara ibunya diperiksa.

Ketika masih ada korban KDRT datang lagi satu korban KDRT lagi...Dia harus menunggu sebentar karena masih ada korban yang konseling psikologis. Akhirnya dia pun mau menunggu sambil menyerahkan surat dari kepolisian.

Waduh ternyata kebutuhan Pusat Krisis Terpadu RSCM ini sedemikian tinggi. Bayangkan saja dalam waktu tiga jam ada tiga korban kekerasan yang datang. Ketiga-tiganya minta visum et refertum. Bagaimana nasib para korban yang lain jika PKT RSCM ini ditutup karena tidak tersedianya dana?

Ya Tuhan berikanlah dana agar PKT RSCM bisa tetap berdiri dan melayani korban-korban kekerasan yang datang untuk meminta pertolongan. Sebab sampai saat ini belum ada anggaran tetap dari negara untuk menanggulangi para korban kekerasan terhadap perempuan. Meskipun negara sudah mempunyai UU No.23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Peraturan Pemerintah No.4 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan dan Kerjasama Pemulihan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga.Padahal dalam Bab IV tentang pembiayaan Pasal 22 berbunyi:

BAB IV

PEMBIAYAAN

Pasal 22

Segala biaya untuk pelaksanaan pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga dibebankan pada :

a. Anggaran Pendapatan Belanja Negara;

b. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah; dan

c. Sumber pendapatan lain yang sah yang perolehannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Lalu kalau pemerintahnya saja tidak peduli. Kemana lagi korban kekerasan harus minta pertolongan?

Kita sebagai anggota masyarakat sudah saatnya peduli terhadap keberadaan PKT RSCM ini. Tentu kita semua ingin agar para korban tertolong. Karena itu kalau anda peduli pada perempuan dan anak korban kekerasan transferlah bantuan/sumbangan/zakat mall/shadaqah/infaq ke:

Nama pemilik rekening: Pusat Krisis Terpadu

Bank: Bank Mandiri

Cabang : RS.Cipto Mangukusumo

No.Rek: 122-00-0002497-9

Insya Allah dana tersebut akan berguna untuk operasional PKT RSCM dan kami akan terbuka mempertanggungjawabkan penerimaan dana tersebut. Sementara itu kami akan terus melakukan upaya advokasi kepada pemerintah untuk pembiayaan PKT RSCM ini.

Kalau bukan kita siapa lagi?

Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Ingin tahu atau datang ke PKT RSCM silahkan hubungi Nola: 021-316 2261

Lokasinya di lantai 2 ruang Instalasi Gawat Darurat RSCM, Jakarta.

Salam hangat,

Titiana Adinda

Relawan PKT RSCM

===

Kunjungi blogku di:

http://titiana-adinda.blogspot.com

Thursday, April 17, 2008

Fact Sheet ttg PKT RSCM

FACT SHEET

PUSAT KRISIS TERPADU

RS.CIPTO MANGUKUSUMO

Sejarah pendirian

Dibentuk tahun 2000. Tujuan pendirian adalah sebagai “women crisis centre hospital bases” (pusat krisis perempuan berbasis Rumah Sakit). Pendiriannya didahului dengan study tour ke beberapa negara ASEAN. Karena kebanyakan perempuan dan anak mendapat luka fisik (kekerasan fisik dan seksual) dan psikologis dari korban. Idealnya PKT RSCM ini korban tidak harus pergi ke beberapa tempat untuk mengadukan persoalan kekerasan yang dihadapi. Tetapi cukup datang ke PKT RSCM maka korban akan mendapatkan pengobatan medis atas luka-lukanya oleh dokter, kemudian mengadukan masalah trauma psikologisnya ke psikolog/pekerja sosial.

Siapa aja yang bekerja?

PKT RSCM buka selama 24 jam satu tim terdiri dari dokter,perawat,psikolog dan pekerja sosial. Ditambah lagi satu orang sekretaris.

Layanan apa yang diberikan?

Layanan medis dan psikologis

Apakah korban perlu membayar terhadap layanan ini?

Tidak, korban tidak perlu membayar semua layanan di PKT RSCM ini.

Sudah berapa korban yang dilayani?

Sejak tahun 2000 sudah 4511 org. Rata-rata setiap tahun lebih dari 600 korban datang. Atau 2 orang perhari

Kasus yang paling tragis?

Korban yang datang dengan luka tusuk pada salah satu matanya. Pelaku adalah suaminya sendiri. Sedangkan korban sedang hamil 5 bulan.

Masalah apa yang sedang dihadapi PKT RSCM saat ini?

Masalah utama dari keberadaan PKT RSCM ini adalah masalah pendanaan. Tidak ada anggaran dari APBD/APBN bahkan di Depkes, Depsos, atau Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Sehingga keberadaan PKT RSCM terancam ditutup dalam 6 bulan lagi. Ironisnya negara sudah memiliki UU No.23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak. Tetapi tidak ada satupun pasal dalam UU tersebut yang menyebutkan negara harus bertanggungjawab terhadap pemulihan fisik dan psikologis korban.

Apa yang sudah dilakukan PKT RSCM?

Selain sudah melakukan pengobatan medis dan pemulihan psikologis korban. Juga telah dilakukan kegiatan Support Group yang terdiri dari para korban kekerasan dimana diajarkan kegiatan wirausaha, konseling psikologi dan membentuk kelompok survivors/korban agar secara psikologis mereka lebih kuat.

Lokasinya dimana PKT RSCM?

Di lt.2 Di ruang IGD/Instalasi Gawat Darurat RS.Cipto Mangukusumo.

Siapa Direktur PKT RSCM saat ini?

Yaitu dr. Mutia Prayanti, SpOG (0818 134 749 / 0811 901 850)

Contact Person:

Dinda: 08151609391

Nola-Sekretaris PKT: (021) 316-2261

****

Wednesday, April 16, 2008

Info No.Rekening PKT RSCM

Info No.Rekening PKT RSCM


Dear All,
Sehubungan dengan banyaknya email yang bertanya tentang no.Rekening PKT RS.Cipto Mangukusumo (Pusat Krisis Terpadu untuk perempuan dan anak korban kekerasan).Bantuan/Sumbangan/Zakat Maal/Infaq dan Shadaqah dapat dikirim ke:

Nama pemilik rekening: Pusat Krisis Terpadu

Bank: Bank Mandiri

Cabang : RS.Cipto Mangukusumo

No.Rekening: 122-00-0002497-9

Atas bantuan Bpk/Ibu kami ucapkan terima kasih. Semoga Yang Kuasa membalasnya dengan balasan yang terbaik. Bantuan Bpk/Ibu sangat berarti dalam proses pemulihan perempuan dan anak korban kekerasan.

Terima Kasih.

Hormat Kami,


dr. Mutia Prayanti, SpOG Titiana Adinda

Direktur PKT RSCM Relawan Fundraising PKT RSCM

Monday, April 7, 2008

Ayo Bantu Pusat Krisis Terpadu RSCM

Ayo Bantu Pusat Krisis Terpadu RS. Cipto Mangukusumo untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan


“Ny.Ita (31 thn, bukan nama sebenarnya) datang ke Pusat Krisis Terpadu RS.Cipto Mangukusumo. Dia luka kepalanya sampai berdarah-darah akibat dipukul dengan palu besi oleh suaminya.Dia datang ke PKT RSCM untuk mendapatkan pertolongan medis dan psikologis. Dia juga minta diobati anusnya karena suaminya yang juga pelaku kekerasan sering memaksanya melakukan anal seks, sehingga membuat anusnya terasa perih karena terdapat luka lecet.

Pelaku kekerasan itu tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri sebut saja Tn.Tio (31 Thn, bukan nama sebenarnya). Ini bukan kejadian yang pertama, korban sering kali dipukul dan dianiaya pelaku karena hal-hal sepele saja.Misalnya belum menyiapkan sendok dan garpu ketika pelaku mau makan. Bukan itu saja kata-kata penghinaan sering kali keluar dari mulut pelaku. Bahkan diperparah lagi pelaku sering menghabiskan penghasilan korban dan hanya memberi nafkah semaunya saja”....

Cerita diatas bukanlah sepenggal cerita sinetron atau khayalan saja. Itu benar-benar terjadi. Korbannya datang ke Pusat Krisis Terpadu RS.Cipto Mangunkusumo (PKT-RSCM) guna meminta bantuan pemulihan dari sakit fisiknya dan trauma psikologisnya. Bahkan PKT RSCM pernah harus mengoperasi mata seorang ibu rumah tangga sebut saja Ny.Dewi (25 thn,bukan nama sebenarnya) karena ditusuk dengan gunting oleh suaminya. Sehingga PKT harus segera mengoperasi mata Ny.Dewi untuk menghindari infeksi. Selain itu PKT harus menyediakan rumah aman (shelter) untuk Ny.Dewi karena yang bersangkutan saat itu sedang hamil 5 bulan, dan tidak mempunyai sanak saudara di Jakarta, dia ada di rumah aman (shelter) sampai melahirkan.

Beruntung bagi Ny Ita dan Ny.Dewi karena keberadaan PKT RSCM ini. Selain mereka dapat pemulihan fisik dari luka-luka pada tubuhnya secara gratis juga sekaligus mendapatkan pendampingan psikologis dari pekerja sosial dan psikolog di PKT RSCM.

Sejak berdiri tahun 2000 silam PKT RSCM sudah melayani 4511 orang perempuan dan anak korban kekerasan. Berarti rata-rata tiap tahun PKT RSCM melayani 600 kasus atau 2 orang sehari. Sebagian besar dari mereka membutuhkan bantuan kesehatan akibat luka-luka fisik pada tubuhnya yang ditanggani oleh para dokter dan juga penanganan psikologis dari pekerja sosial/psikolog yang bekerja di PKT RSCM tersebut.

Tapi apa yang terjadi? Pemerintah dan DPR belum juga menunjukan keberpihakannya pada perempuan dan anak korban kekerasan. Meskipun Negara sudah mengeluarkan UU No.23 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Tetapi Negara lupa bahwa korban memerlukan proses pemulihan luka fisik dan psikis serta keterlantaran ekonomi. Sehingga tidak terdapat anggaran untuk pelaksanaan pemulihan itu baik di APBD/APBN dan anggaran di Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan. Akibatnya sungguh memilukan, PKT RSCM berjalan terseok-seok karena tidak adanya dana operasional atau dana untuk membiayai pengobatan secara gratis untuk para perempuan dan anak korban kekerasan.Bahkan karena ketidaktersediaan dana PKT RSCM ini terancam ditutup 6 bulan ke depan.Kenyataan yang sungguh menyedihkan dan memilukan.

Untuk itu kami memohon dan mengajak kepada Bpk / Ibu sekalian untuk memberikan sumbangan/bantuan/zakat maal/infaq/shadaqoh agar tetap PKT RSCM ini bisa berjalan menerima,mengobati,dan memulihkan perempuan dan anak korban kekerasan. Sambil kami melakukan upaya advokasi kebijakan kepada pemerintah agar ada alokasi dana khusus bagi keberadaan PKT-RSCM ini didalam APBD/APBN atau anggaran di Departemen Kesehatan, Departemen Sosial dan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan.

Untuk itu mohon kiranya bantuan tersebut dapat Bpk / Ibu transfer ke rekening Pusat Krisis Terpadu di Bank Mandiri Cabang RSCM dengan no.rekening: 122-00-0002497-9.

Berapapun jumlah bantuan Bpk / Ibu tentu sangat berarti bagi para perempuan dan anak korban kekerasan. Semoga amal baik Bpk / Ibu mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.Amin.Bantuan dana itu akan sangat berarti untuk biaya operasional PKT RSCM agar tidak jadi ditutup 6 bulan lagi.

Apabila Bpk / Ibu ingin menjadi donatur tetap untuk PKT RSCM tersebut silahkan hubungi kami di email: titiana.adinda@gmail.com / titiana.adinda[at]gmail.com, HP: 0815 160 9391 (dengan Dinda). Laporan pertanggungjawaban dana bantuan ini akan kami sebarkan di milis/email ini setiap 3 bulan sekali.

Atas perhatian Bpk / Ibu sekalian kami ucapkan terima kasih. Bantuan Bpk / Ibu sangat berarti bagi proses pemulihan perempuan dan anak korban kekerasan.

Hapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak !

Hormat Kami,

dr.Mutia Prayanti, SPOG Titiana Adinda/Dinda

Direktur PKT RSCM Relawan Fundraising PKT RSCM